F1

Bos Toro Rosso Sanjung Daniil Kvyat

2015 GP2 Series Round 9. Sochi Autodrom, Sochi, Russia Friday 9 October 2015. Pierre Gasly (FRA, DAMS) Photo: Sam Bloxham/GP2 Series Media Service. ref: Digital Image _SBL2506

DBasia.news –  Bos Toro Rosso, Franz Tost, menilai Daniil Kvyat sudah siap untuk kembali memperkuat skuat utama Red Bull. Tapi menurutnya, Pierre Gasly juga layak diberi waktu.

Kvyat membuat kejutan dengan menapaki podium usai balapan penuh drama di GP Jerman Minggu (28/7). Hasil itu menjadi podium pertama Toro Rosso sejak 2008, dan memperbesar peluangnya bersanding dengan Max Verstappen di Red Bull.

Sebelumnya, Kvyat pernah membela Red Bull selama lebih dari satu musim sebelum tergusur oleh Verstappen dan turun pangkat menjadi pembalap Toro Rosso pada 2017.

Di akhir musim tersebut, Red Bull kemudian mendepak Kvyat yang setelah itu bergabung dengan Ferrari sebagai pembalap pengembang.

Ketika Motorsport.com bertanya apakah Kvyat kini siap untuk diberi kesempatan kedua bersama Red Bull, Tost berkata, “Ya, karena sekarang jarak waktunya sudah lama, dan dia sekarang jauh lebih berpengalaman. Dia tahu apa yang harus dia lakukan, cara mengatasi segalanya, dia telah membuat kemajuan.

“Itulah alasan mengapa saya selalu bilang bahwa saya memerlukan tiga tahun untuk membina pembalap sebelum dianggap siap ke Red Bull. Red Bull adalah tim yang bersaing memperebutkan kemenangan, memperebutkan gelar.

“Untuk itu, dia harus siap menghadapi tekanan, karena dia akan bekerja di level yang berbeda. Tidak bisa dibandingkan dengan Toro Rosso.

“Dia sudah menjadi pembalap yang berbeda sejak dia terakhir kali memperkuat Red Bull, waktu itu dia masih muda. Dia baru menghabiskan satu musim sebelum ke Red Bull karena ada perubahan ketika [Sebastian] Vettel hijrah ke Ferrari.

“Sejak 2016, dia belajar banyak. Tahun lalu dia juga belajar dengan simulator Ferrari. Tahun ini, setelah 11 balapan, dia juga belajar banyak di sini.

“Daniil punya bakat alami dan bisa tampil sangat kencang. Kami tahu itu sejak dia masih di Formula Renault, kemudian GP3, dan tahun pertama kami di Formula 1.”

Konsultan motorsport Red Bull, Helmut Marko, telah menutup kemungkinan timnya akan mengganti Gasly dengan Kvyat tengah musim ini. Pun demikian, ia mengakui bahwa hasil di Hockenheim menambah beban berat pada pundak pembalap Prancis itu.

Kendati Tost menjelaskan bahwa keputusan soal susunan pembalap 2020 ada di tangan Red Bull, ia berharap duet Kvyat dan Alexander Albon bisa dipertahankan. Ia juga menyatakan dukungannya kepada Gasly.

“Kita semua tahu Pierre. Dan Pierre juga merupakan pembalap dengan kemampuan tinggi. Saya punya penilaian tinggi tentang dia. Namun, dia kurang beruntung pada tahun ini, dan kesulitan menunjukkan performa seperti yang ia harapkan.

“Tapi kita tidak boleh lupa bahwa Max Verstappen adalah pembalap andalan mereka, dan dia sangat kencang. Mungkin saja mobilnya tidak cocok dengan gaya balap Pierre, jadi dia harus beradaptasi. “Tapi ini membutuhkan waktu. Saya berharap Red Bull memberikan dia waktu, karena dia masih akan tetap berada di sana. Saya yakin itu.”