F1

Bos McLaren Tuntut Sanksi Lando Norris Di GP Austria Ditinjau Ulang

DBasia.news – Bos McLaren, Andreas Seidl, meminta steward untuk meninjau ulang soal keputusan pengurangan poin super licence yang diberikan pada Lando Norris di GP Austria.

Steward memutuskan untuk memberikan hukuman kepada Lando Norris karena dinilai sengaja menyebabkan Sergio Perez keluar dari trek saat balapan GP Austria tengah berlangsung.

Poin super lisensinya pun dipangkas menjadi 10, dan hampir mencapai 12 poin yang merupakan batas maksmal. Apabila seorang pebalap kehilangan 12 poin dalam satu tahun, maka ia akan dilarang tampil dalam satu balapan F1.

Beruntung pebalap asal Inggris itu bisa sedikit bernapas lega karena dua poin super lisensinya akan kedaluwarsa sebelum tampil di GP Inggris sehingga poin yang terpangkas tinggal menyisakan delapan. Oleh sebab itulah ia tak boleh melakukan kesalahan besar ke depannya. McLaren pun mengajukan protesnya dan meminta agar sanksi tersebut ditinjau kembali.

“Dari sudut pandang saya, itu perlu dilihat lagi. Saya kira kami semua setuju untuk insiden seperti di Austria, konsekuensinya larangan tampil sekali, bukan hal yang tepat,” kata Bos McLaren, Andreas Seidl dilansir dari Motorpsort.com.

Ia mengaku heran karena steward langsung menjatuhkan hukuman kepada Lando Norris tanpa melihat kondisi yang dialami pebalapnya.

“Sejujurnya, saya tidak paham kenapa dia mendapat penalti di sana. Itu bagi saya balapan dan balapan yang ingin kami lihat,” tuturnya.

“Saya tidak berpikir bahwa Lando melakukan kesalahan. Itu sebuah tambahan di awal balapan, di mana setiap orang perlu beradaptasi lebih dulu, dan dia hanya berjalan di jalur balapnya,” ia menambahkan.

“Dia tidak melakukan kebodohan apa pun dan tidak melakukan dive bombing atau apa pun itu. Dia selalu paralel dengannya atau langsung berada di depan Checo. Sejujurnya, saya tak mengerti,” lanjutnya.

“Saya juga tak mengerti kenapa, contohnya, seorang steward tidak membawa lebih lagi dari sana, pada apa yang terjadi di sana, dalam lap pertama bagi pebalap. Sungguh menarik apa yang akan kami dengar dari Michael Masi tentang kasus ini,” tutup Seidl.