F1

AMR22 Mirip RB18, Horner Ingin Kekayaan Intelektual Red Bull Terlindungi

DBasia.news – Christian Horner jadi salah satu sosok yang diburu terkait perubahan Aston Martin untuk F1 GP Spanyol, akhir pekan ini. Prinsipal Red Bull Racing itu tak heran kalau lawan menjiplak konsep RB18.

Aston Martin menampilkan desain baru AMR22 yang ternyata mirip dengan RB18. Federasi Otomotif Internasional (FIA) menginvestigasi perkara tersebut kemudian memutuskan kalau tidak ada pelanggaran dalam upgrade desain.

Manuver tersebut sejatinya sudah bisa ditebak jika mengingat beberapa staf Red Bull, termasuk mantan kepala divisi aerodinamika Dan Fallows, pindah ke Silverstone. Ia dilantik menjadi direktur teknik, pada 2 April.

Kepada Sky Sports, Horner mengaku baru tahu situasi tersebut setelah dikontak FIA. Ia bersikap santai dengan upgrade AMR22.

“Imitasi merupakan bentuk sanjungan terbesar, pada akhirnya. Bukan kebetulan kalau ada beberapa individu yang pindah dari Red Bull ke Aston Martin selama musim dingin dan bagian awal musim ini,” ujarnya.

“Itu menarik perhatian kami ketika FIA, awal pekan ini, ketika mereka mengatakan, ‘Kami mendapati sebuah mobil tampak seperti milik Anda. Apakah kami bisa mendapatkan daftar orang yang meninggalkan tim Anda untuk mengetahui ke mana mereka pergi?”

Mereka mungkin akan panik kalau Aston Martin menggeliat dengan ‘Red Bull Hijau’. Posisi kedua tim bak bumi dan langit dalam klasemen konstruktor.

Red Bull berada di posisi kedua dari atas, sebaliknya skuad milik Lawrence Stroll menghuni peringkat kedua dari bawah.

“Itu bukan isu terbesar untuk kami kecuali Aston Martin mulai mengalahkan kami. Tapi, untuk tim yang berada di tengah, itu bisa memberi dampak materi bagi mereka,” tuturnya.

Di sisi lain, Horner berharap tidak ada transfer kekayaan intelektual dengan perpindahan staf dari tim satu ke tim lain.

“Masalah terbesar adalah kami ingin memastikan kekayaan intelektual kami terlindungi dan tak pernah dicederai,” ia melanjutkan.

“Sekarang apa yang diizinkan, kami melihat naik dan turun dalam paddock, individu pindah dari tim ke tim setelah periode cuti. Apa yang mereka bawa di kepala, memang permainan yang adil karena itu pengetahuan mereka.

“Yang tidak adil dan sulit diterima, yang kami juga tidak terima, jika ada transfer kekayaan intelektual.”

Pria Inggris itu sangsi kalau Aston Martin bisa menjiplak desain mereka 100 persen karena wajah RB18 baru dirilis sekitar 1-2 bulan terakhir. Itu pun melalui beberapa perbaikan.

Kendati demikian, Red Bull akan melakukan langkah antisipasi. Untuk melindungi kekayaan intelektual (IP) dari kemungkinan bocor, tim menggelar investigasi internal.

“Kami punya perlindungan perangkat lunak sendiri. Kami tahu persis perangkat lunak apa yang dilihat, di mana perangkat lunak itu dikontrol,” ucapnya.

“Tapi saya pikir, itu pekerjaan regulator, FIA, karena mereka punya akses dan kami sangat mengandalkan mereka untuk memastikan tak ada transfer IP, tidak ada pelanggaran terhadap itu. Jadi pekerjaan mereka pergi dan mengawasi itu.”