Ajakan Irfan Dwi Terhadap Disabilitas untuk Jadi Atlet

tenis kursi roda Asian Para Games

DBasia.news – Kesuksesan Asian Para Games 2018 turut mendorong pelatih tenis kursi roda Asian Para Games 2018, Irfan Dwi. Ia ingin mengajak penyandang disabilitas untuk mencoba menjadi atlet. Menurut Irfan, hal itu tidak mudah, tetapi bisa jika berlatih.

Pencapaian tenis kursi roda Indonesia pada Asian Para Games 2018 tidak terlalu maksimal. Wakil pada cabang olahraga tersebut hanya mencapai perempat final.

Terdapat dua nomor tenis kursi roda Asian Para Games 2018 yang mencapai perempat final. Pertama adalah Dul Mariyanta/Erwin Subrata (quad double) dan Agus Fitriadi/Puji Sumartono.

Meski begitu, Irfan Dwi mengaku menerima banyak pelajaran dari Asian Para Games 2018. Dia dan skuatnya menjadi lebih paham cata memainkan roda, memukul, dan mengatur strategi.

 

tenis kursi roda


Setelah itu, Irfan Dwi mengajak setiap orang yang berniat menjadi atlet tenis kursi roda Indonesia. Namun, dia meminta kesabaran apabila serius ingin berlatih.

“Teman-teman yang ingin bergabung dengan wheelchair tennis Indonesia, jangan mudah menyerah dan terus mencoba karena olahraga ini memang tidak mudah,” ujar Irfan Dwi.

“Bisa langsung datang ke NPC di provinsi. Setelah itu dibina, lalu megikuti event paralimpik nasional, kalau membuktikan dapat hasil, kemungkinan bisa bergabung ke pemusatan latihan nasional,” lanjutnya.

Setelah Asian Para Games 2018, atlet tenis kursi roda Indonesia akan bertolak ke China Taipei. Mereka mendapat undangan untuk tampil pada ajang Taipei Open pada November 2018.