Ada Alasan di Balik Penambahan Jumlah Balapan MotoGP di Musim Depan

DBasia.news – Dorna Sport akhirnya memberikan respon soal kritik jadwal MotoGP 2023. Mereka mengatakan ada alasan dibalik penambahan jumlah balapan di musim tersebut.

Perlu diketahui sebelumnya, KTM sempat melayangkan kritik kepada Dorna Sport usai mengeluarkan pengumuman kalender musim 2023. Mereka kecewa karena Dorna Sport menambah jumlah balapan menjadi 21 seri.

Menurut mereka keputusan ini membuat beban kerja tim semakin bertambah. Apalagi di musim depan Dorna juga berencana menambah sprint race di sela-sela rangkaian balapan.

CEO Dorna Sport, Carmelo Ezpeleta mengungkapkan hal ini dilakukan akibat ketatnya persaingan bisnis di dunia olahraga. Agar tidak kalah saing dengan olahraga lain, Dorna Sport terpaksa menambah jumlah balapan di musim depan.

“Situasi adalah kami bersaing dengan olahraga lain dan kita harus berkompromi untuk membuat kalender MotoGP. Adanya tambahan balapan memaksa kami untuk memulai lebih awal dan finish lebih lama dibandingkan masa pra-Covid ketika kita menjalani 19 balapan,” tutur Ezpeleta.

Ezpeleta juga menjelaskan alasan dibalik penyelenggarakan balapan di Kazakhstan. Ezpeleta mengaku hal ini dilakukan karena hanya Kazakhstan satu-satunya negara yang mau mengadakan balapan di bulan Juli.

“Tidak ada penyelenggara yang menyetujui balapan di Juli. Jika kita melakukannya tanpa kehadiran Sirkuit Sokol (Kazakhstan), maka akan ada libur musim panas selama lima pekan seperti saat 2022 ketika MotoGP Finlandia dibatalkan. Kita tidak bisa absen dari dunia balap motor selama itu,” ungkap Ezpeleta.

Ezpeleta juga turut menyinggung kritikan tim terhadap penyelenggaraan MotoGP di bulan Mei karena hanya mengadakan satu balapan saja. Menurut Ezpeleta, ini dilakukan agar jadwal MotoGP tidak bertabrakan dengan jadwal Formula 1.

“Ada alasan singkat untuk ini. Setelah kesalahan yang dibuat pada musim 2022, ketika MotoGP Mugello diadakan berbarengan dengan Formula 1 Monte Carlo, pihak penyelenggara tidak ingin lagi jadwal bertabrakan dengan Formula 1. Namun sayangnya musim depan, ada tiga balapan Formula 1 secara beruntun di bulan Mei. Jadi kita memindahkan MotoGP Mugello ke awal pekan bulan Juni dan MotoGP Catalunya ke bulan September,” kata Ezpeleta.

“Kita harus memperhatikan permohonan pihak penyelenggara. Di samping itu, karena siaran televisi, kita ingin sedikit mungkin tidak bertabrakan dengan jadwal Formula 1, setidaknya tidak berada di zona waktu yang sama,” pungkasnya.